Pemanenan Hasil Hutan
PT. Bina Balantak Utama menerapkan Sistem Penebangan yang Ramah Lingkungan pada kegiatan Operasional Lapangan yang disebut Reduce Impact Logging (RIL).
PERENCANAAN PEMANENAN
Kegiatan Pemanenan di PT. Bina Balantak Utama terlaksana berdasarkan perencanaan yang terdapat pada Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hutan (10 Tahun) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).
PT. Bina Balantak Utama melaksanakan Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) untuk mengetahui kondisi sediaan tegakan hutan saat ini sebagai data dasar penyusunan RKUPH dan sebagai alat untuk memantau kecenderungan (trend) kelestarian sediaan tegakan hutan di areal PBPH. Untuk menyusun Rencana Operasional Tahunan, dilakukan ITSP dan kegiatan survey topografi. ITSP merupakan sensus 100% dari pohon-pohon yang mempunyai diameter 20 cm atau lebih.
Saat ini PT. Bina Balantak Utama melaksanakan ITSP plus topografi menuju penerapan Reduced Impact Logging (RIL). Hasil ITSP plus topografi kemudian diplot di komputer menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografi dan menghasilkan peta lokasi pohon dan peta kontur. Peta tersebut akan menjadi panduan untuk merancang jalan dalam hutan yang efektif dan efisien serta panduan penting dan akurat bagi penebang pohon. Global Positioning System teknologi juga digunakan untuk menentukan lokasi yang akurat dan untuk pengumpulan data.
Kendala operasional Pemanenan terutama pada tahapan pengangkutan kayu bulat adalah faktor jalan angkutan yang tidak setiap saat dapat digunakan, penyebabnya adalah cuaca dengan curah hujan yang tinggi dan jenis tanah untuk pengerasan jalan angkutan hanya tersedia tanah hitam (dystropets) yang bersifat licin pada saat hujan dan keras pada saat kemarau.
Strategi operasional untuk menyiasati kendala tersebut adalah dengan memaksimalkan operasi pengangkutan pada saat hari panas yaitu dengan peningkatkan kesiapan alat (EAV) dan memaksimalkan jam kerja.
PEMANENAN HASIL HUTAN DENGAN DAMPAK RENDAH
Teknik pemanenan hasil hutan yang ramah lingkungan merupakan sistem pemanenan yang diterapkan di PT. Bina Balantak Utama. Teknik pemanenan ini lebih dikenal sebagai “Reduced Impact Logging” (RIL). RIL adalah suatu pendekatan sistematis dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap pemanenan kayu. Dengan menerapkan RIL, PT. Bina Balantak Utama telah berupaya mengurangi resiko kerusakan lingkungan dan sosial yang mungkin timbul akibat kegiatan operasional serta mengefisiensikan penggunaan biaya operasional.
